A. Peran
Media Pembelajaran Matematika
Proses
Pembelajaran merupakan proses komunikasi antara pebelajar (guru) dan pembelajar
(siswa). Sebagai sebuah proses komunikasi, pembelajaran seringkali dihadapkan
dengan berbagai hambatan yang dikenaldengan nama barier dan noise.
Hambatan-hambatan
tersebut dapat dikelompokan menjadi :
1.
Hambatan
psikologis, misalnya minat, sikap, pendapat, kepercayaan, pengetahuan,
intelegensi.
2.
Hambatan
fisik, seperti sakit, kelelahan, keterbatasan daya indera dan cacat tubuh.
3.
Hambatan
kultural, seperti perbedaan adat istiadat, norma-norma sosial, kepercayaan dan
nilai-nilai panutan.
4.
Hambatan
lingkungan sekitar.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan
siswa/i dari pembelajaran matematika, diantaranya :
1. Dapat
berhitung,
2. Dapat
menghitung isi dan berat,
3. Dapat
mengumpulkan,
4. Dapat
mengolah data,
5. Dapat
menyajikan data,
6. Dapat
menafsirkan data dan
7. Dapat
menggunakan kalkulator dan komputer.
Selain itu, peran pembelajaran matematika yang lain adalah
agar mampu mengikuti pelajaran matematika lebih lanjut, membantu memahami
bidang studi lain seperti fisika, kimia, arsitektur, farmasi, geografi,
ekonomi, dan sebagainya, dan agar para siswa dapat berpikir logis, kritis, dan
praktis, beserta bersikap positif dan berjiwa kreatif.
Namun demikian, matematika dipelajari
bukan untuk keperluan praktis saja, tetapi juga untuk perkembangan matematika
itu sendiri. Jika matematika tidak diajarkan di sekolah maka sangat mungkin
matematika akan punah. Selain itu, sesuai dengan karakteristiknya yang bersifat
hirarkis, untuk mempelajari matematika lebih lanjut harus mempelajari
matematika level sebelumnya. Seseorang yang ingin menjadi ilmuawan dalam bidang
matematika, maka harus belajar dulu matematika mulai dari yang paling dasar.
Dapat kita simpulkan bahwa matematika
sekolah memiliki peranan yang sangat penting baik bagi siswa maupun mahasiswa
agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan untuk pembentukan sikap serta pola
pikirnya, warga negara pada umumnya supaya dapat hidup layak, untuk kemajuan
negaranya, dan untuk matematika itu sendiri dalam rangka melestarikan,
mengembangkannya juga untuk membuat matematika itu lebih asik dan menyenangkan.
B.
Fungsi
Media Pembelajaran Matematika
Fungsi matematika adalah sebagai media atau sarana siswa dalam mencapai kompetensi. Dengan
mempelajari materi matematika diharapkan siswa akan dapat menguasai seperangkat
kompetensi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, penguasaan materi matematika
bukanlah tujuan akhir dari pembelajaran matematika, akan tetapi penguasaan
materi matematika hanyalah jalan mencapai penguasaan kompetensi. Fungsi lain mata pelajaran matematika adalah
sebagai: alat, pola pikir, dan ilmu atau pengetahuan. Ketiga fungsi
matematika tersebut hendaknya dijadikan acuan dalam pembelajaran matematika
sekolah. Berikut penjelasan mengenai fungsi pembelajaran matematika :
1.
Matematika sebagai suatu alat
Maksudnya adalah guru hendaklah sangat
diharapkan agar para siswa diberikan penjelasan untuk melihat berbagai contoh
dalam penggunaan matematika sebagai alat untuk memecahkan masalah dalam mata
pelajaran lain, dalam kehidupan kerja atau dalam kehidupan sehari-hari. Namun
tentunya harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa, sehingga
diharapkan dapat membantu proses pembelajaran matematika di sekolah.
2.
Matematika sebagai Pola Pikir
Maksudnya siswa diberi pengalaman
menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan suatu
informasi misalnya melalui persamaan-persamaan, atau tabel-tabel dalam
model-model matematika yang merupakan penyederhanaan dari soal-soal cerita atau
soal-soal uraian matematika lainnya. Bila seorang siswa dapat melakukan
perhitungan, tetapi tidak tahu alasannya, maka tentunya ada yang salah dalam
pembelajarannya atau ada sesuatu yang belum dipahami. Dalam pembelajaran
matematika, para siswa dibiasakan untuk memperoleh pemahaman melalui pengalaman
tentang sifat-sifat yang dimiliki dan yang tidak dimiliki dari sekumpulan objek
(abstraksi). Dengan pengamatan terhadap contoh-contoh diharapkan siswa mampu
menangkap pengertian suatu konsep. Selanjutnya dengan abstraksi ini, siswa
dilatih untuk membuat perkiraan, terkaan, atau kecenderungan berdasarkan kepada
pengalaman atau pengetahuan yang dikembangkan melalui contoh-contoh khusus
(generalisasi). Di dalam proses penalarannya dikembangkan pola pikir induktif
maupun deduktif. Namun tentu kesemuanya itu harus disesuaikan dengan
perkembangan kemampuan siswa, sehingga pada akhirnya akan sangat membantu
kelancaran proses pembelajaran matematika di sekolah.
3. Matematika
sebagai Ilmu atau Pengetahuan
Sebagai ilmu pengetahuan, oleh karena
itu, pembelajaran matematika di sekolah harus diwarnai oleh fungsi yang ketiga
ini. Sebagai guru harus mampu menunjukkan bahwa matematika selalu mencari
kebenaran, dan bersedia meralat kebenaran yang telah diterima, bila ditemukan
kesempatan untuk mencoba mengembangkan penemuan-penemuan sepanjang mengikuti
pola pikir yang sah.
Dengan mengetahui fungsi-fungsi
matematika tersebut diharapkan kita sebagai guru atau pengelola pendidikan
matematika dapat memahami adanya hubungan antara matematika dengan berbagai
ilmu lain atau kehidupan. Belajar matematika juga merupakan pembentukan pola
pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan di
antara pengertian-pengertian itu.
Fungsi matematika yang lain adalah Dalam buku standar
kompetensi matematika Depdiknas, secara khusus disebutkan bahwa fungsi matematika adalah mengembangkan
kemampuan berhitung, mengukur, menurunkan rumus dan menggunakan rumus
matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengukuran dan
geometri, aljabar, peluang dan statistika, kalkulus dan trigonometri.
Metamatika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan
melalui model matematika, diagram, grafik, atau tabel.
1.
Media
sebagai sumber belajar
2.
Fungsi
Manipulatif adalah kemampuan media dalam menampilkan kembali suatu
benda/peristiwa dengan berbagai cara, sesuai kondisi, situasi, tujuan dan
sasarannya.
3.
Fungsi
Fiksatif adalah fungsi yang berkenaan dengan kemampuan suatu media untuk
menangkap, menyimpan, menampilkan kembali suatu obyek atau kejadian yang sudah
lama terjadi.
4.
Fungsi
Distribitif adalah penggunaan satu materi, obyek atau kejadian dapat diikuti
oleh peserta didik dalam jumlah besar dan dalam jangkauan yang sangat luas
sehingga dapat meningkatkan efisiensi baik
5.
Fungsi
Semantik. Semantik berkaitan dengan “meaning”
atau arti dari suatu kata, istilah, tanda atau symbol.
6.
Fungsi
Psikologis. Fungsi ini memiliki beberapa fungsi seperti fungsi atensi, fungsi
afektif, fungsi kognitif, fungsi imajinatif dan fungsi motivasi.
7.
Fungsi
Sosio-kultural
Dr.
rer.nat.H.Rayandra Asyhar, M.Si.2012.Kreatif
Mengembangkan Media Pembelajaran.Jakarta:Referensi
Jakarta
Diposkan
oleh sari fatimah balwell SMAN7 di 07.30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar