Apa
yang dimaksud dengan Media?
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Media adalah
perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman, 2002: 6). Apabila media itu membawa
pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung
maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut Media Pembelajaran.
Istilah media mula-mula dikenal dengan alat peraga, kemudian
dikenal dengan istilah audio visual aids (alat bantu pandang/dengar).
Selanjutnya disebut instructional materials (materi pembelajaran), dan
kini istilah yang lazim digunakan dalam dunia pendidikan nasional adalah instructional
media (media pendidikan atau media pembelajaran). Dalam
perkembangannya, sekarang muncul istilah e-Learning. Huruf “e” merupakan
singkatan dari “elektronik”. Artinya media pembelajaran berupa alat elektronik,
meliputi CD Multimedia Interaktif sebagai bahan ajar offline dan Web
sebagai bahan ajar online.
Dari sini, berkembang berbagai
definisi terminologis mengenai media menurut para ahli media dan pendidikan.
The Association For Educational
Communication and Technology (AECT, 1997) menyatakan bahwa media adalah apa saja yang digunakan
untuk menyalurkan informasi. Sementara, menurut Suparman (1997), media merupakan alat yang digunakan untuk
menyalurkan pesan dan informasi dari pengirim pesan kepaa penerima pesan.
Selanjutnya Mcluhan (Midun, 2008)
memaknai media sebagai saluran informasi. Media merupakan komponen yang sangat
penting dalam suatu proses komunikasi. Menurut
Barlo dalam Miarso (1984), proses komunikasi melibatkan paling kurang tiga
komponen utama, yakni pengirim atau sumber pesan (source), perantara (media),
dan penerima (receiver). Sedangkan,
menurut Widodo dan Jasmadi (2009)
ada 4 komponen yang harus ada dalam proses komunikasi, yakni pemberi informasi,
informasi itu sendiri, penerima informasi dan media.
Dari beberapa pengertian di atas dapat dikatakan bahwa
media memiliki peran yang sangat penting, yaitu suatu sarana atau perangkat
yang berfungsi sebagai perantara atau saluran dalam suatu proses komunikasi
antara komunikator dan komunikan.
Apa yang dmaksud dengan
Pembelajaran?
Kata pembelajaran merupakan terjemahan dari istilah Bahasa
Inggris, yaitu “instruction”.
Instruction diartikan sebagai proses interaktif antara guru dan siswa yang
berlangsung secara dinamis. Ini berbeda dengan “teaching” yang berarti mengajar. Teaching memiliki konotasi proses
belajar dan mengajar yang berlangsung satu arah dari guru ke siswa. Dalam hal
ini, hanya guru berperan aktif mengajar, sedangkan siswa bersifat pasif.
Penggunaan istilah “Pembelajaran”
sebagai pengganti istilah lama “proses belajar-mengajar (PBM)” tidak hanya
sekedar merubah istilah, melainkan merubah peran guru dalam proses
pembelajaran. Guru tidak hanya “mengajar” melainkan “membelajarkan” peserta
didik agar mau belajar. Tugas guru dalam proses pembelajaran, di samping
menyampaikan informasi, ia juga bertugs mendiagnosis kesulitan belajar siswa,
menyeleksi materi ajar, mensupervisi kegiatan belajar, menstimulasi kegiatan
belajar siswa, memberikan bimbingan belajar, menggunakan dan mengembangkan
strategi dan metode (Saputro, 1996).
Selain itu, guru mengembangkan dan menggunakan berbagai jenis media dan sumber
belajar, dan member motivasi agar siswa mau belajar. Menurut Midun (2008), guru juga harus berperan dalam debat dan
diskusi sebagai mediator, menyelenggarakan field
trip (seperti tamasya/kemping), stimulasi dan sebagainya.
Degeng (1989) menyatakan bahwa pembelajaran pada
dasarnya merupakan upaya membelajarkan pembelajar (anak, siswa peserta didik).
Pengertian lain tentang pembelajaran adalah upaya yang dilakukan oleh pebelajar
(guru/instruktur) dengan tujuan untuk membantu siswa agar bisa belajar dengan
mudah (Setyosari dan Sulton, 2003). Menurut Munadi (2008), proses komunikasi
dalam pendidikan terjadi karena ada rencana dan tujuan yang diinginkan. Bahasa
adalah media yang membantu siswa untuk mendapatkan mengerti gagasan atau ide
guru.
Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat membawa
informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung anatara pendidik dan
peserta didik. Disini media pembelajaran berperan untuk menyampaikan
pesan-pesan pembelajaran.
Apa definisi Media Pembelajaran
itu?
Setelah memahami pengertian kata “media” dan “pembelajaran”
secara terpisaah, maka dengan menggabungkan kedua istilah tersebut pengertian “media pembelajaran” dapat mudah
dipahami dengan mudah, yaitu apa saja yang digunakan sebagai media dalam
pembelajaran. Menurut Gagne (1970)
mendefinisikan bahwa media adalah berbagai komponen pada lingkungan belajar
yang membantu pembelajar untuk belajar. Briggs
(1977) mendefinisikan media sebagai sarana fisik yang digunakan untuk
mengirim pesan kepada peserta didik sehingga merangsang mereka untuk belajar.
Pendapat Schramm tentang media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan
(informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran (Widodo dan Jasmadi, 2009).
Media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely (1971), memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu
termasuk manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi peserta didik
mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Jadi, media pembelajaran
tidak hanya berupa benda mati, tetapi juga benda hidup, seperti manusia.
Sebagai benda hidup, media dapat juga merupakan pesan yang dapat dipelajari.
Berdasarkan pengertian di atas, media pembelajaran dapat
dipahami sebagai “segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan
dari suatu sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang
kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses secara efisien dan efektif.
Dr.
rer.nat.H.Rayandra Asyhar, M.Si.2012.Kreatif
Mengembangkan Media Pembelajaran.Jakarta:Referensi
Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar